Yuji Nishida Bersujud Minta Maaf Sampai Seluncur 14,8 Meter

Aksi servis Nishida kena wasit di ajang SV League All Star Games 2026 berubah menjadi tontonan paling menggemaskan sepanjang musim. Bola servis kidal milik kapten Osaka Bluteon itu melenceng dan menghantam seorang wasit garis perempuan di pinggir lapangan Glion Arena Kobe.

Bukannya meminta maaf dengan cara biasa, Yuji Nishida justru meluncur dengan kepala lebih dulu menyapu lantai sepanjang belasan meter, lalu bersujud gaya dogeza berulang kali.

Video permintaan maaf yang viral dengan jutaan tayangan ini bahkan membuat komentator televisi Jepang bertanya apakah gesekan lantai sampai membakar dahi sang pemain.

Kronologi servis Nishida kena wasit di Glion Arena Kobe

Momen ini terjadi pada laga SV League All Star Games 2026 di Glion Arena Kobe, arena baru di tepi laut Kota Kobe. Saat tantangan servis di sesi jeda, servis Nishida kena wasit garis perempuan yang sedang berjaga di pinggir lapangan.

Yuji Nishida bukan pemain sembarangan. Ia berdiri setinggi 187 cm dengan jangkauan smash menembus 346 cm, dan servis loncat miliknya dikenal secepat peluru. Wajar bila bola liar itu meluncur sangat kencang.

Karena merasa bersalah, sang kapten Osaka Bluteon langsung meluncur dan bersujud, aksi yang membuat satu arena bertepuk tangan. Ia bahkan tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik alias MVP pada laga tersebut.

Menghitung jarak seluncur dengan teorema Pythagoras

Jejak seluncur Nishida membentuk garis miring di atas lapangan. Titik awal dan titik akhir luncuran bisa dihubungkan menjadi sisi miring sebuah segitiga dengan sudut siku.

Dari denah lapangan, sisi tegak segitiga sepanjang 13,5 meter dan sisi datar sepanjang 6 meter. Panjang lintasan seluncur tinggal dihitung memakai teorema Pythagoras.

Jarak seluncur AB = √(13,5² + 6²) = √218,25 ≈ 14,7 m

Lintasan seluncur Nishida sekitar 14,8 meter, hampir sepanjang seluruh lapangan voli.

Durasi seluncur dari rekaman video

Untuk mengetahui kecepatan, kita membutuhkan waktu tempuh. Dari rekaman video yang diperlambat pada aplikasi penyunting, durasi seluncur Nishida terbaca sekitar 3,7 detik sejak awal hingga tubuhnya berhenti.

Kecepatan tubuh Nishida saat meluncur

Dengan jarak 14,8 meter yang ditempuh dalam waktu 3,7 detik, kecepatan gerak tubuh Nishida bisa dihitung langsung.

Kecepatan seluncur v = AB ÷ t = 14,8 ÷ 3,7 = 3,9 m/s

Hasilnya sekitar 4 meter per detik, laju yang lumayan untuk tubuh yang meluncur di atas lantai licin.

Baca Juga Apa Itu Black Mold dan Kenapa Berbahaya? Cara Mencegahnya

Energi kinetik dari seluncuran

Tubuh yang bergerak menyimpan energi kinetik. Besarnya bergantung pada massa dan kuadrat kecepatan, sehingga bobot Nishida sangat menentukan.

Dengan bobot sekitar 87 kilogram dan laju 4 meter per detik, energi kinetiknya bisa dihitung.

Energi kinetik Ek = ½ × 87 × 3,9² = 661,63 J

Energi sebesar 696 joule inilah yang sebagian nanti berubah menjadi panas.

Gesekan lantai yang mengubah gerak menjadi panas

Saat meluncur, tubuh Nishida ditahan oleh gaya gesek dari lantai. Pada arah tegak, gaya berat diimbangi gaya normal sehingga tubuh tidak menembus lantai.

Kesetimbangan gaya N − mg = 0 ; N = mg

Gaya gesek lalu bekerja sepanjang lintasan dan mengubah energi gerak menjadi kalor.

Kalor gesekan Q = f × d = μ × N × d = μ × m × g × d

Daripada mengukur koefisien gesek dan jarak lintasan satu per satu, kita memakai jalan pintas hukum kekekalan energi. Energi kinetik tadi diperlakukan sebagai sumber kalor.

Baca Juga Baso Tahu Raksasa Butuh 3,2 Jam Matang? Penjelasan Hukum Fourier

Memperkirakan massa kepala Nishida

Panas dari gesekan tidak menyebar rata ke seluruh tubuh. Karena kepala yang paling banyak menyapu lantai, kita fokus pada massa bagian kepala saja.

Dengan mengambil angka konservatif 3,5 kilogram sebagai acuan lalu memperhitungkan porsi sekitar 7 persen, massa efektif kepala yang menyapu lantai diperkirakan sangat kecil.

Massa kepala mk = 3,5 kg × 7% = 0,24 kg

Nilai 0,245 kilogram ini memang perkiraan kasar, tetapi cukup untuk gambaran awal.

Kenaikan suhu kepala akibat gesekan

Inti perhitungan ada di bagian ini. Sebagian energi kinetik berubah menjadi kalor, dan kalor itulah yang menaikkan suhu kepala.

Bila kita anggap sekitar 80 persen energi kinetik menjadi panas pada kepala, dan kalor jenis kulit sekitar 3.500 joule per kilogram tiap derajat Celsius, kenaikan suhu bisa dihitung.

Hubungan kalor Q = η × Ek ; Q = mk × c × ΔT

Kenaikan suhu ΔT = (η × Ek) ÷ (mk × c) = (80% × 696) ÷ (0,245 × 3.500) ≈ 0,65 °C

Hasilnya, suhu kepala Nishida diperkirakan naik sekitar 0,65 derajat Celsius. Kecil, tetapi nyata, dan seluruhnya berasal dari gesekan dengan lantai.

Jika penjelasan dari artikel di atas masih kurang mengerti YUKK tonton videonya di sini

Similar Posts