Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia Akibat Metana Bantargebang
Kota Bekasi mendadak jadi sorotan dunia setelah UCLA School of Law merilis laporan bertajuk Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025 Landfills pada 20 April 2026. Dalam daftar itu, TPST Bantargebang tercatat melepaskan sekitar 6,3 ton gas metana tiap jam ke atmosfer, hanya kalah dari Campo de Mayo di Argentina yang mencapai 7,6 ton per jam.
Data tersebut berasal dari pemantauan Carbon Mapper melalui satelit Tanager 1 milik Planet Labs dan instrumen EMIT milik NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Julukan Bekasi kota beracun kedua di dunia pun menyebar cepat di media sosial.
Tabel Peringkat Emisi Metana TPA Dunia
Delapan posisi teratas dalam laporan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ini bukan milik Indonesia saja.
| Peringkat | Lokasi | Kota Terdekat | Emisi |
|---|---|---|---|
| 1 | Campo de Mayo, Buenos Aires, Argentina | Buenos Aires | 7,6 ton per jam |
| 2 | Bekasi, Jawa Barat, Indonesia | Jakarta | 6,3 ton per jam |
| 3 | Jeram, Selangor, Malaysia | Kuala Lumpur | 6,0 ton per jam |
| 4 | Secunderabad, Telangana, India | Hyderabad | 5,9 ton per jam |
| 5 | Tiltil, Chile | Santiago | 5,5 ton per jam |
| 6 | Talagante, Chile | Santiago | 5,2 ton per jam |
| 7 | Riyadh, Arab Saudi | Riyadh | 5,1 ton per jam |
| 8 | Kamphaeng Saen, Nakhon Pathom, Thailand | Bangkok | 5,0 ton per jam |
Sumber Emisinya TPST Bukan Seluruh Kota Bekasi
Ada satu hal penting yang hilang dalam banyak pemberitaan. Sumber emisi metana Bantargebang adalah kawasan TPST itu sendiri, bukan seluruh wilayah Kota Bekasi.

Perhatikan pula kolom kota terdekat pada tabel di atas yang menuliskan Jakarta. Bantargebang memang berada di wilayah Bekasi, tetapi dikelola Pemprov DKI Jakarta dan menampung sekitar 7.354 ton sampah per hari dari Jakarta. Metana yang membuat Bekasi dijuluki kota beracun sebagian besar bersumber dari sampah yang dikirim tetangganya.
Dari Nasi Sisa Menjadi Gas Metana

Gas metana di TPA tidak muncul begitu saja. Pemicunya adalah sampah organik seperti nasi sisa, sayur, buah, lauk, dan daun yang menumpuk tanpa oksigen.
Bakteri anaerob mengurai tumpukan itu, dan hasil samping penguraiannya adalah gas metana. Semakin banyak sampah organik yang tertimbun bercampur, semakin deras metana yang keluar.
Komposisi Landfill Gas Setengahnya Metana

Gas yang keluar dari timbunan sampah dikenal sebagai landfill gas atau LFG. Komposisinya kira kira setengah metana yang merupakan komponen utama gas alam, setengahnya lagi karbon dioksida, ditambah sedikit senyawa organik nonmetana.
Metana tergolong gas rumah kaca kuat, sedikitnya 28 kali lebih efektif memerangkap panas dibanding karbon dioksida dalam rentang 100 tahun menurut laporan penilaian IPCC.
Mengapa Metana Lebih Berbahaya dari Karbon Dioksida

Panas matahari yang masuk ke bumi sebagian dipantulkan kembali ke angkasa. Gas rumah kaca menahan sebagian panas itu agar tidak lolos.
Karbon dioksida dan metana sama sama melakukannya, tetapi molekul metana jauh lebih efektif menahan panas. Itulah sebabnya emisi metana yang jumlahnya lebih kecil tetap berbahaya.
Nilai GWP Metana Menurut IPCC
Untuk membandingkan kekuatan gas rumah kaca dipakai ukuran Global Warming Potential atau GWP. IPCC menetapkan GWP metana antara 84 sampai 87 pada rentang 20 tahun, dan antara 28 sampai 36 pada rentang 100 tahun.
Artinya satu ton metana setara 28 sampai 36 ton karbon dioksida bila dilihat dampaknya selama 100 tahun. Hitungan dalam artikel ini memakai rentang 20 tahun karena metana meluruh relatif cepat di atmosfer.
Emisi Metana Bantargebang Setahun
Langkah pertama mengubah laju per jam menjadi total setahun.

Emisi Metana per Tahun E CH4 per tahun = 6,3 × 24 × 365 ≈ 55.188 ton CH4 per tahun
Lebih dari lima puluh lima ribu ton metana lepas ke udara setiap tahun dari satu titik saja.
Setara 4,64 Juta Ton CO2 Ekuivalen
Angka metana kemudian dikalikan nilai GWP agar bisa dibandingkan dengan emisi karbon pada umumnya.

Konversi ke CO2 Ekuivalen setara CO2e = CH4 × GWP = 55.188 × 84 = 4,64 juta ton CO2e
Satu tempat pembuangan sampah menyumbang beban iklim setara 4,64 juta ton karbon dioksida per tahun.
Setara 1,26 Juta SUV Setiap Jam
Agar lebih mudah dibayangkan, laju emisinya disandingkan dengan kendaraan.

Setara Kendaraan 5 ton per jam ≈ 1 juta SUV 6,3 ton CH4 per jam ≈ 1.260.000 SUV per jam
Setiap jam, tumpukan sampah itu memberi dampak iklim setara lebih dari satu juta unit SUV yang menyala bersamaan.
Nilai Kalor Metana 55,52 MJ per Kilogram
Sisi lain dari cerita ini adalah energi. Metana merupakan komponen utama gas alam, sehingga punya nilai kalor yang tinggi.
| Bahan Bakar | Nilai Kalor Atas |
|---|---|
| Hidrogen | 141,79 MJ per kg |
| Metana | 55,52 MJ per kg |
| Etana | 51,90 MJ per kg |
| Propana | 50,33 MJ per kg |
| Butana | 49,51 MJ per kg |
| Pentana | 48,64 MJ per kg |
Nilai kalor metana bahkan mengungguli propana dan butana yang selama ini dipakai dalam tabung gas rumah tangga.
Baca Juga Suka Makan Gorengan? 847 Ribu Hektare Kebun Sawit untuk Minyak Gorengnya!
Potensi Energi Harian dari Metana Bantargebang
Laju emisi harian dikalikan nilai kalor metana untuk mengetahui energi yang terkandung.

Energi Harian Energi = 6,3 ton × 24 jam × 55,52 MJ per kg = 8.394.624 MJ per hari
Konversi Menjadi Kilowatt Jam
Satuan megajoule diubah menjadi satuan listrik yang lebih akrab.

Konversi Satuan 1 kWh = 3,6 MJ Energi = 2.331.840 kWh per hari ≈ 2,3 GWh per hari
Energi sebesar itu setiap hari terbuang percuma ke atmosfer sambil memanaskan bumi.
Efisiensi Pembangkit dan Listrik Bersih yang Tersisa
Energi kimia tidak seluruhnya berubah menjadi listrik. Pada pembangkit waste to energy, sebagian besar hilang sebagai panas.

Listrik Bersih η = 30% Listrik = 0,63 GWh per hari
Angka inilah listrik bersih yang realistis dipanen bila metana Bantargebang ditangkap dan dibakar terkendali, bukan dibiarkan lepas.
PSEL Bekasi Menjadi Jalan Resmi
Pemerintah menempuh jalur tersebut lewat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL. Proyek PSEL Kota Bekasi berlokasi di Ciketing Udik, Bantargebang, dan menjadi bagian dari percepatan pembangunan PSEL di sejumlah daerah mulai Bekasi hingga Denpasar.
Namun membakar sampah bercampur bukan solusi tunggal. Ada langkah yang jauh lebih murah dan bisa dimulai dari dapur.
Baca Juga Minyak Jelantah Bekas Gorengan Bernilai Rp46 Triliun Jadi Avtur?
Memisahkan Sampah Organik dan Anorganik

Kunci pertamanya adalah pemilahan. Sampah organik dipisahkan dari sampah anorganik sejak dari rumah.
Sampah anorganik seperti plastik, kaleng, dan kaca masuk jalur daur ulang. Sampah organik justru punya nilai yang selama ini terbuang.
Sampah Organik Menjadi Pupuk dan Maggot

Sampah organik yang terpilah bisa diolah menjadi dua hal sekaligus. Jalur pertama adalah pengomposan yang menghasilkan pupuk.
Jalur kedua adalah budidaya maggot Black Soldier Fly yang memakan sisa makanan dan tumbuh menjadi pakan ternak bernilai jual.
Siklus Tertutup dari Meja Makan Kembali ke Meja Makan
Di sinilah rantainya menjadi menarik. Pupuk kompos menyuburkan tanaman sayuran, dan sayuran itu kembali ke meja makan.
Maggot menjadi pakan ayam, ayam menghasilkan telur dan daging, yang juga kembali ke meja makan. Sisa makanan dari meja itu masuk lagi ke tempat sampah organik dan siklusnya berputar. Sampah yang tadinya jadi sumber metana Bantargebang berubah menjadi pupuk dan pakan.
Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah dari Rumah

Kebijakan ke arah itu sudah berjalan. Melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, Gubernur Pramono Anung mewajibkan warga Jakarta memilah sampah dari rumah mulai 10 Mei 2026 ke dalam empat kategori, yaitu organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun, serta residu.
Kebijakan ini terhubung langsung dengan Bantargebang, karena mulai 1 Agustus 2026 TPST Bantargebang ditargetkan hanya menerima sampah residu.
Mengurangi Sampah Adalah Pekerjaan Bersama
Peringkat kedua dunia itu bukan sekadar aib bagi Bekasi. Angkanya adalah cermin dari kebiasaan membuang sampah bercampur di kota kota besar Indonesia.
Setiap piring yang habis tanpa sisa, setiap kantong organik yang dipisahkan, langsung memotong pasokan bahan baku metana di ujung rantai.
Jika penjelasan dari artikel di atas masih kurang mengerti YUKK tonton video lengkapnya di sini