Penjual Es Gabus Viral Dituduh Spons, Cukup Dibuktikan dengan Kalkulator
Video es gabus pedagang viral pada akhir Januari 2026 sempat membuat publik resah setelah seorang pedagang di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dituduh menjual jajanan yang terbuat dari spons cuci piring.
Tuduhan itu belakangan terbukti keliru, dan hasil uji laboratorium memastikan dagangannya aman serta layak dikonsumsi.
Menariknya, tuduhan tersebut sebenarnya sudah bisa dipatahkan hanya dengan kalkulator, tanpa perlu menunggu hasil laboratorium. Mari kita uji dengan hitungan ekonomi dan fisika sederhana.
Video Pedagang Es Gabus yang Dituduh Pakai Spons
Kasus ini bermula dari laporan warga yang menduga es gabus seorang pedagang mengandung polyurethane foam atau busa sintetis.
Petugas kemudian memeriksa dagangan itu di lokasi, dan videonya menyebar luas hingga memicu keresahan.
Hasil pemeriksaan tim keamanan pangan akhirnya memastikan es gabus tersebut aman dikonsumsi dan tidak mengandung spons, sehingga tuduhan itu dinyatakan hoaks. Pertanyaannya, bisakah kita membuktikannya sendiri tanpa laboratorium.
Menghitung Volume Satu Spons Cuci Piring
Kita mulai dari sisi ekonomi. Satu spons cuci piring dijual sekitar 4.750 rupiah dengan ukuran panjang 10 sentimeter, lebar 7 sentimeter, dan tinggi 3 sentimeter. Volumenya dihitung memakai rumus volume balok.

V spons = p × l × t = 10 × 7 × 3 = 210 cm³
Berapa Potong Es yang Bisa Dibuat dari Satu Spons
Sementara itu, satu potong es gabus berukuran panjang 10 sentimeter, tebal 1 sentimeter, dan tinggi 5 sentimeter.

V es = p × l × t = 10 × 1 × 5 = 50 cm³
Dari kedua volume itu kita bisa tahu berapa potong es yang bisa dihasilkan satu spons.

# es = V spons ÷ V es = 210 ÷ 50 = 4 buah es
Baca Juga Harga Air Galon Naik, Ternyata Bukan Airnya tapi Plastiknya
Menghitung Hasil Penjualan dari Satu Spons
Satu potong es gabus dijual sekitar 1.000 rupiah, sehingga hasil penjualannya bisa dihitung.

penjualan = # es × harga = 4 × 1.000 = 4.000
Modal Lebih Besar Daripada Hasil Penjualan
Padahal modalnya bukan hanya spons. Selain harga spons, pedagang masih harus membeli pewarna, gula atau sirup, dan bahan lain.

modal = 4.750 + pewarna + gula + sirup + dll
modal > penjualan
Artinya modal sudah lebih besar daripada hasil penjualan bahkan sebelum bahan tambahan diperhitungkan. Jika benar memakai spons, pedagang justru merugi.
Bandingkan dengan Tepung Hunkwe sebagai Bahan Asli
Sekarang bandingkan dengan bahan sebenarnya. Es gabus dibuat dari tepung hunkwe yang dimasak bersama santan, gula, susu kental manis, dan sedikit garam, lalu diberi pewarna dan dibekukan. Satu bungkus tepung hunkwe dijual sekitar 3.000 rupiah.

1 tepung hunkwe → 18 es gabus
modal 3.000 → hasil 18.000, untung 600%
Bahan aslinya justru jauh lebih menguntungkan. Secara ekonomi, memilih spons sama sekali tidak masuk akal.
Baca Juga Baso Tahu Raksasa Butuh 3,2 Jam Matang? Penjelasan Hukum Fourier
Bukti Fisika dari Es yang Meleleh
Sisi fisika memberi bukti yang lebih kuat. Dalam video, potongan es yang dibakar disebut meleleh dan tidak bisa gosong. Untuk memahami artinya, kita hitung dulu massa satu potong es dari volumenya yang 50 sentimeter kubik.

m es = ρV = 1 × 50 = 50 gram = 0,05 kg
Menghitung Kalor yang Dibutuhkan Es untuk Mencair
Untuk mengubah es tersebut menjadi air dibutuhkan sejumlah kalor lebur.

Q = m es × L f = 0,05 × 339.000 = 16.700 J
Jadi sekitar 16.700 joule energi terpakai hanya untuk mengubah wujud dari padat menjadi cair, bukan untuk menaikkan suhunya.
Spons Tidak Punya Fase Cair Sehingga Akan Gosong

Di sinilah kuncinya. Energi panas yang diterima habis dipakai untuk proses mencair, sehingga suhu bahannya tidak melonjak dan tidak sempat gosong. Spons sintetis berperilaku sebaliknya karena tidak memiliki fase cair, sehingga ketika dibakar ia langsung menghitam dan gosong.
Karena dalam video potongan es itu meleleh, bahannya jelas berbasis air, bukan spons sintetis. Dua jalur hitungan tadi sampai pada kesimpulan yang sama dengan hasil laboratorium, yaitu tuduhan terhadap pedagang es gabus itu memang tidak berdasar.
Jika penjelasan dari artikel di atas masih kurang mengerti YUKK tonton videonya di sini