Purbaya Pangkas Anggaran MBG Saat Harga Minyak $110, Ini Hitungan Jalan Tengahnya

Harga minyak mentah dunia sempat menembus 110 dolar AS per barel pada Maret 2026 dan memicu tekanan terberat terhadap APBN sejak pandemi.

Lonjakan itu dipicu perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang melumpuhkan Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia. Rupiah ikut tertekan menembus Rp17.000 per dolar AS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung menggelar simulasi. Dalam media briefing 6 Maret 2026, ia menyebut bila harga minyak bertahan di rerata 92 dolar AS per barel sepanjang tahun, defisit APBN 2026 berpotensi melebar dari 2,68 persen menjadi sekitar 3,6 persen terhadap PDB. Angka itu menabrak batas 3 persen yang dikunci Undang Undang.

Biaya MBG per anak mencapai Rp4,09 juta per tahun

Databoks mencatat anggaran MBG pada RAPBN 2026 sebesar Rp335 triliun dengan sasaran 82,9 juta penerima. Dari dua angka itu, biaya makan per penerima per tahun bisa langsung dihitung.

Biaya MBG per anak Biaya per anak = 335 T ÷ 82,9 jt = 4,09 jt/tahun

Jadi negara mengalokasikan sekitar Rp4,09 juta per orang per tahun lewat program MBG.

Biaya makan seluruh anak stunting hanya Rp18,1 triliun

Berdasarkan capaian SSGI 2024, jumlah anak stunting di Indonesia berhasil ditekan menjadi sekitar 4,4 juta. Kalau seluruh anak stunting diberi makan lewat MBG dengan biaya per anak tadi, inilah ongkosnya.

Biaya makan anak stunting Biaya makan = anak stunting × biaya per anak Biaya makan = 4.982.340 × 4.091.013 = 18,1 T

Angka Rp18,1 triliun ini hanya sekitar sepertiga dari satu bulan realisasi belanja MBG versi penuh.

Indonesia punya sekitar 4,8 juta ibu hamil

Stunting tidak dimulai saat anak lahir, melainkan sejak dalam kandungan. Data BKKBN menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 4,8 juta ibu hamil, dan gizi mereka menentukan apakah bayi lahir dengan risiko stunting atau tidak.

Namun tidak seluruh 4,8 juta ibu hamil butuh bantuan makan. Yang perlu diintervensi adalah mereka yang berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.

Sepertiga pekerja Indonesia berstatus tidak penuh

BPS mencatat dari total penduduk bekerja, sebanyak 100,50 juta orang berstatus pekerja penuh dengan jam kerja 35 jam ke atas, setara 67,94 persen. Sisanya, 47,42 juta orang, berstatus pekerja tidak penuh dengan jam kerja 1 sampai 34 jam, setara 32,06 persen.

Kelompok pekerja tidak penuh inilah yang dipakai sebagai proksi keluarga rentan. Porsi 32,06 persen kemudian dikenakan ke jumlah ibu hamil.

Ibu hamil rentan Ibu hamil rentan = 4,8 jt × 32,06% = 1,53 jt ibu

Hasilnya sekitar 1,53 juta ibu hamil yang layak masuk sasaran MBG Targeted.

Biaya makan ibu hamil rentan hanya Rp6,2 triliun

Dengan biaya per penerima yang sama, ongkos memberi makan seluruh ibu hamil rentan bisa dihitung.

Biaya makan ibu hamil rentan Biaya makan = 1,53 jt × Rp4,09 jt = 6,2 T

Rp6,2 triliun adalah harga untuk memutus rantai stunting sejak dari kandungan.

Total biaya MBG Targeted cuma Rp24,3 triliun

Kedua kelompok sasaran tinggal dijumlahkan.

Total biaya MBG Targeted Total biaya = 18,1 T + 6,2 T = 24,3 T

Inilah angka kuncinya. MBG yang difokuskan ke anak stunting dan ibu hamil rentan hanya memerlukan Rp24,3 triliun, dibanding Rp335 triliun untuk versi penuh.

Selisih antara anggaran MBG penuh dan MBG Targeted adalah ruang fiskal yang bisa dilepaskan.

Penghematan anggaran 335 T → 24,3 T Δ = 292,6 T

Rp292,6 triliun adalah amunisi yang bisa dipakai negara untuk menambal defisit tanpa mematikan satu pun program prioritas.

Target defisit APBN 2026 dipatok Rp689,1 triliun

Sebelum harga minyak meledak, APBN 2026 menargetkan defisit Rp689,1 triliun, setara 2,68 persen terhadap PDB. Angka itu masih nyaman di bawah pagar 3 persen.

Target defisit APBN 2026 Defisit = 689,1 T, setara 2,68% terhadap PDB

Baca Juga Korupsi MBG 1M Diduga Bocor Setara 46.770 Orang Bisa Makan Sehari

Skenario minyak mahal mendorong defisit ke Rp925,6 triliun

Reuters mengutip Purbaya yang menyatakan bahwa pada skenario terburuk, bila harga minyak naik ke kisaran 90 sampai 92 dolar AS per barel tanpa penyesuaian anggaran, defisit akan naik ke sekitar 3,6 persen terhadap PDB.

Skenario defisit melebar 2,68% → 3,6% 689,1 T → 925,6 T

Batas Undang Undang defisit maksimal 3%

Defisit Rp925,6 triliun setara 3,6 persen terhadap PDB, dan itu melanggar batas legal.

MBG Targeted menurunkan defisit kembali ke 2,46 persen

Sekarang penghematan Rp292,6 triliun dari MBG Targeted dimasukkan ke skenario terburuk tadi.

Defisit setelah MBG Targeted 925,6 T − 292,6 T = 633 T 633 T → 2,46%

Kesimpulan 2,46% < 3%, maka defisit negara aman kembali

Defisit turun dari 3,6 persen ke 2,46 persen, bahkan lebih rendah daripada target awal 2,68 persen.

Opportunity cost di tengah kondisi global yang memanas

Inti persoalan ini sebenarnya opportunity cost, yaitu nilai yang dikorbankan ketika negara memilih satu penggunaan anggaran dan meninggalkan yang lain.

Dengan Selat Hormuz terganggu dan ketegangan Amerika Serikat, Israel, dan Iran belum reda, setiap rupiah yang dibelanjakan untuk memberi makan orang yang sebenarnya tidak berisiko stunting adalah rupiah yang tidak tersedia untuk menahan subsidi energi. Di kondisi normal, biaya itu wajar. Di kondisi global seperti sekarang, ongkosnya jadi mahal.

Baca Juga Lahan Sawit Diganti Sunflower Justru Butuh 128 Juta Hektare!

Win win solution yang dihasilkan hitungan ini

Skenario MBG Targeted memberi tiga hasil sekaligus.

MBG tetap berjalan dan tidak dibunuh. Pemberantasan stunting justru lebih tajam karena anggaran mendarat langsung ke 4,4 juta anak stunting dan 1,53 juta ibu hamil rentan dengan ongkos Rp24,3 triliun. Defisit negara pun aman kembali di 2,46 persen, di bawah pagar 3 persen.

Jika perhitungan dari artikel di atas masih kurang mengerti YUKK tonton videonya di sini

Similar Posts