Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, 5 Guncangan Besar dalam 24 Jam
Gempa bumi kembali menjadi perbincangan dunia setelah lima gempa besar terjadi hampir bersamaan dalam waktu 24 jam, termasuk gempa Venezuela berkekuatan magnitudo 7,5 yang menelan banyak korban jiwa.
Banyak orang yang memantau gempa hari ini bertanya tanya, apakah bumi sedang tidak baik baik saja?
Lima Gempa Besar dalam 24 Jam dan Pertanyaan yang Muncul
Dalam rentang waktu kurang dari 24 jam, sejumlah wilayah dunia diguncang gempa kuat secara hampir bersamaan.
Tercatat Jepang dengan magnitudo 6,9, California dengan magnitudo 5,6, Filipina dengan magnitudo 4,9, New Guinea dengan magnitudo 5,1, serta Venezuela yang mengalami dua gempa beruntun berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5.
Pertanyaannya, secara matematis apakah kejadian ini benar benar termasuk normal, atau memang sebuah lonjakan yang luar biasa?
Berapa Rata Rata Gempa Besar per Tahun Menurut USGS

Untungnya, badan survei geologi Amerika Serikat atau USGS punya catatan panjang. Berdasarkan data sejak sekitar tahun 1900, rata rata bumi mengalami sekitar 16 gempa besar dalam satu tahun. Rinciannya kira kira sebagai berikut.
15 gempa pada rentang magnitudo 7,0 sampai 7,9 ditambah 1 gempa magnitudo 8,0 atau lebih sama dengan 16 gempa besar per tahun
Angka 16 gempa besar per tahun inilah yang menjadi acuan kondisi normal. Dengan acuan ini, kita bisa membandingkan apakah jumlah gempa besar yang terjadi sepanjang 2026 masih masuk akal atau justru menyimpang jauh dari kebiasaan.
Mendata Gempa Besar 2026 dan Mengenal Distribusi Poisson
Mari kita kumpulkan gempa besar dengan magnitudo 7,0 atau lebih yang tercatat sepanjang 2026 hingga akhir Juni.
| Tanggal | Lokasi | Magnitudo |
|---|---|---|
| 22 Februari | Sabah, Malaysia | 7,1 |
| 24 Maret | Tonga | 7,5 |
| 30 Maret | Vanuatu | 7,3 |
| 1 April | sekitar Ternate, Indonesia | 7,4 |
| 20 April | lepas pantai Miyako, Jepang | 7,4 |
| 7 Juni | Mindanao, Filipina | 7,8 |
| 24 Juni | Venezuela | 7,2 |
| 24 Juni | Venezuela | 7,5 |
Dari tabel ini, kita peroleh X sama dengan 8 gempa besar sepanjang 2026. Untuk menghitung banyaknya suatu kejadian dalam interval waktu tertentu, alat yang tepat adalah distribusi Poisson. Bentuk peluangnya sebagai berikut.

X mengikuti Poisson(λ), dengan P(X = k) = e pangkat negatif λ dikali λ pangkat k dibagi k faktorial
Karena kita menghitung sampai 26 Juni 2026, maka rentang waktunya adalah 177 hari, yang berasal dari 31 ditambah 28 ditambah 31 ditambah 30 ditambah 31 ditambah 26.
Baca Juga Cairkan JHT Saat Pensiun Kena Pajak Rp12 Juta? Ini Aturan dan Hitungannya
Menghitung Rata Rata Harapan Gempa dengan Model Poisson
Karena acuan kita 16 gempa besar dalam satu tahun penuh, maka untuk 177 hari kita perlu menyesuaikan rata ratanya secara proporsional.

λ = 16 × 177 dibagi 365 = 7,76
Jadi, dalam kondisi normal, sampai hari ke 177 kita memang sudah wajar mengalami sekitar 7,76 gempa besar. Modelnya menjadi seperti ini.

X mengikuti Poisson(7,76)
Pertanyaanya apakah jumlah gempa besar di 2026 terlalu banyak? Kita rumuskan dua hipotesis.
Hipotesis nol atau H0 menyatakan jumlah gempa besar 2026 masih normal mengikuti rata rata historis.
Hipotesis alternatif atau H1 menyatakan jumlah gempa besar 2026 lebih tinggi dari kondisi normal.
Baca Juga Pemadaman Listrik! PLN Kurang Batu Bara 20 Juta Ton Akibat DMO
Menguji Apakah Jumlah Gempa 2026 Terlalu Banyak

Kita amati 8 gempa, sedikit di atas harapan 7,76. Untuk menguji apakah ini wajar, kita hitung peluang munculnya 8 gempa atau lebih.

P(X ≥ 8) = 1 dikurangi jumlah dari k sama dengan 0 hingga 7 untuk e pangkat negatif 7,76 dikali 7,76 pangkat k dibagi k faktorial
P(X ≥ 8) = 0,513 = 51,3%
Aturannya, H0 ditolak jika peluang ini lebih kecil dari taraf nyata α sebesar 5 persen. Mari kita bandingkan.

P = 51,3% lebih besar dari 5% sama dengan α
Karena peluangnya jauh lebih besar dari 5 persen, maka H0 tidak ditolak. Artinya, jumlah 8 gempa besar sampai pertengahan 2026 masih sangat mungkin terjadi secara kebetulan dalam kondisi normal.
Normal Secara Statistik Tidak Berarti Ringan bagi Manusia
Kesimpulan statistiknya jelas. Jumlah gempa besar 2026 masih cocok dengan pola normal historis, dan belum dapat disebut sebagai lonjakan yang tidak normal.
Kedekatan waktu antargempa lebih merupakan kebetulan, karena masing masing gempa punya sumber dan mekanisme tektonik yang berbeda.
Penting untuk diingat, normal secara statistik tidak berarti kecil dampaknya bagi manusia.
Citra satelit memperlihatkan kerusakan luas pasca gempa magnitudo 7,2 dan 7,5 di Venezuela, dengan korban jiwa yang jumlahnya terus diperbarui.
Wajar dari sisi angka tahunan bukan berarti tidak menyakitkan bagi mereka yang terdampak. Justru di sinilah letak pentingnya kesiapsiagaan, karena yang paling mematikan saat gempa umumnya bukan guncangannya, melainkan bangunan yang runtuh.
Seberapa Besar Gempa Magnitudo 7,5 Itu

Untuk merasakan betapa dahsyatnya gempa Venezuela, mari kita ukur energinya. USGS menyediakan rumus pendekatan untuk memperkirakan energi yang dilepaskan dari magnitudo momen yang kita sebut M_w.
log E = 5,24 + 1,44 × M_w
Di sini E adalah energi dalam satuan joule dan M_w adalah magnitudo momen. Dengan rumus ini, kita bisa menerjemahkan angka magnitudo yang terdengar abstrak menjadi besaran energi yang lebih mudah dibayangkan.
Energi Gempa Magnitudo 7,5 Setara 2,6 Juta Ton TNT
Mari kita masukkan magnitudo 7,5 ke dalam rumus tadi.

log E = 5,24 + 1,44 × 7,5 = 16,04
Maka energinya menjadi seperti ini.
E = 10 pangkat 16,04 ≈ 11.000.000.000.000.000 joule
Energi sebesar sekitar 11 kuadriliun joule itu setara dengan ledakan sekitar 2,6 juta ton TNT. Sebagai gambaran, itu jauh lebih besar daripada bom nuklir mana pun yang pernah digunakan dalam sejarah.
Inilah alasan mengapa satu gempa magnitudo 7,5 mampu meratakan bangunan dalam radius luas hanya dalam hitungan detik.
Maka jawaban atas pertanyaan di awal menjadi utuh. Secara statistik, rentetan gempa besar termasuk gempa Venezuela masih berada dalam batas normal dan bukan pertanda bumi sedang tidak wajar.
Jika penjelasan dari artikel di atas masih kurang mengerti YUKK tonton videonya di sini!