Matahari Terbit Jam Berapa? Cara Menghitung Dengan Trigonometri

Kapan matahari terbit dan terbenam bukan soal tebak-tebakan. Dengan mengetahui lintang & bujur lokasi serta tanggalnya, kita bisa memprediksi jamnya untuk tempat mana pun, kapan pun bahkan jauh ke masa depan. Kuncinya satu rigonometri bola (segitiga di permukaan bola langit).

Kapan matahari terbit

Rumus Inti: Trigonometri Bola

Dari hukum kosinus segitiga bola, hubungan posisi matahari disederhanakan menjadi:

sin(h) = sin(δ) sin(φ) + cos(δ) cos(φ) cos(H)

Karena yang dicari adalah sudut jam (H), rumusnya dibalik menjadi:

cos(H) = [sin(h) − sin(δ) sin(φ)] / [cos(δ) cos(φ)]

Keterangan: h = ketinggian matahari, δ = deklinasi matahari, φ = lintang lokasi, H = sudut jam (seberapa jauh matahari dari titik tengah hari).

Menyiapkan Data: Lokasi dan Tanggal

Contoh lokasi Cukul, Pangalengan:

  • h = −0,833° → ketinggian matahari saat terbit/terbenam (sudah memperhitungkan pembiasan atmosfer dan radius piringan matahari).
  • φ = −7,23° → lintang lokasi (negatif karena di selatan khatulistiwa).

Deklinasi matahari (δ) dihitung dari hari ke-n dalam setahun:

δ = 23,44 × sin[(360/365) × (284 + n)]

Untuk n = 167 (tanggal 16 Juni 2026): δ = 23,34° (matahari sedang condong jauh ke utara, dekat titik balik Juni).

Menghitung Sudut Jam (H)

Masukkan semua nilai ke rumus cos(H):

cos(H) = [sin(−0,833°) − sin(23,34°) sin(−7,23°)] / [cos(23,34°) cos(−7,23°)] cos(H) = 0,0388 H = ≈ 5 jam 51 menit

Angka ini adalah separuh panjang siang: jarak waktu dari tengah hari ke saat terbit (atau ke terbenam).

Menghitung Tengah Hari (Transit)

Selanjutnya cari waktu matahari di titik tertinggi (tengah hari/transit, T_sn):

T_sn = 720 − 4(Bujur) − EoT + 60(Zona Waktu) = 720 − 4(107,53) − (−0,5) + 60(7) = 710,38 menit = 11:50 WIB

Keterangan: 720 menit = patokan tengah hari, 4 menit per derajat bujur, EoT (Equation of Time) = −0,5 menit, dan zona waktu WIB = GMT+7.

Hasilnya Terbit 05:59, Terbenam 17:41 WIB

Tinggal kurangkan dan tambahkan sudut jam (H) ke tengah hari:

Terbit = T_sn − H = 11:50 − 5:51 = 05:59 WIB Terbenam = T_sn + H = 11:50 + 5:51 = 17:41 WIB

Hasil hitungan ini cocok dengan data resmi yang menunjukkan matahari terbit pukul 05:59 WIB terbukti akurat sampai ke menit.

Inilah bukti bahwa fenomena alam pun bisa diprediksi dengan matematika: semua bisa dihitung.

Jika penjelasan dari artikel di atas kurang paham YUKK tonton videonya disini!!

Similar Posts