Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Berapa sih Biayanya?
kunjungan luar negeri Prabowo – Frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo memicu perdebatan: apakah ini boros, atau justru menguntungkan?
Daripada berdebat dengan opini, mari kita hitung dengan pendekatan Cost-Benefit Analysis (CBA) membandingkan total biaya dengan manfaat ekonominya.
Semua angka di bawah adalah estimasi ilustratif berbasis data publik dan beberapa asumsi, jadi bukan angka resmi final.
Viral Kunjungan Luar Negeri, Untung atau Rugi?
Banyaknya lawatan ke luar negeri menuai pro dan kontra. Pemerintah menyebutnya investasi diplomasi; sebagian pengamat menilainya kurang efisien.
Untuk menilainya secara objektif, kita pakai logika sederhana: bandingkan biaya yang dikeluarkan (Cost) dengan manfaat yang diperoleh (Benefit).
Baca Juga Penyebab Pertamax Naik Padahal Minyak Dunia Lagi Turun?
26 Kunjungan ke 29 Negara
Menurut catatan Wikipedia, sejak dilantik 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo telah melakukan sekitar 26 perjalanan ke luar negeri yang mencakup 29 negara. Inilah objek yang akan kita hitung biayanya.

Komponen Biaya: Pesawat, Delegasi, dan Logistik
Total biaya resmi tidak dipublikasikan, jadi kita pecah menjadi tiga komponen utama:
C_total = C_pesawat + C_delegasi + C_logistik
Mari hitung satu per satu.
Biaya Pesawat: ≈ Rp227,71 Miliar


Untuk lawatan jauh, Presiden memakai Garuda Indonesia Boeing 777. Dari seluruh rute (total jarak puluhan ribu km), akumulasi jam terbang ≈ 596 jam.
Dengan tarif sewa (charter) pesawat sekelas Boeing 777-300 sekitar $28.500/jam dan kurs Rp17.846,6:
C_pesawat = Jam terbang × Tarif × Kurs = 596 × $28.500 × Rp17.846,6 ≈ Rp227,71 miliar
Baca Juga Pemadaman Listrik! PLN Kurang Batu Bara 20 Juta Ton Akibat DMO
Biaya Delegasi: ≈ Rp50,16 Miliar
Mengacu PMK No. 32 Tahun 2025 (uang harian perjalanan dinas luar negeri), total uang harian per orang untuk seluruh perjalanan ditaksir OH ≈ $46.852/orang.


Jumlah rombongan Presiden disebut maksimal 60 orang (turun drastis dari era sebelumnya yang bisa >120 orang). Maka:
C_delegasi = OH × Jumlah orang × Kurs = $46.852 × 60 × Rp17.846,6 ≈ Rp50,16 miliar
Total Biaya ≈ Rp577,87 Miliar
Komponen ketiga (keamanan, protokol, logistik) tidak publik, jadi kita pakai asumsi Rp300 miliar. Menjumlahkan ketiganya:

C_total = Rp227,71 M + Rp50,16 M + Rp300 M = Rp577,87 miliar (≈ Rp0,58 triliun)
Itulah perkiraan total biaya seluruh kunjungan luar negeri. Sekarang kita hitung sisi manfaatnya.
Manfaat: Komitmen Investasi ≈ Rp2.566 Triliun


Dari berbagai lawatan, terkumpul komitmen investasi yang besar, antara lain: China US$10,07 M, Inggris US$8,5 M, Arab Saudi US$27 M, Jepang US$23,8 M, AS US$38,4 M, Korea Selatan US$10,2 M, dan lainnya. Totalnya:
I_komitmen ≈ US$143,8 miliar = Rp2.566,3 triliun
Realistis: Hanya Sebagian yang Terealisasi (≈ Rp949,5 Triliun)
Penting dicatat: komitmen ≠ realisasi. Tidak semua janji investasi benar-benar terwujud. Dengan asumsi tingkat realisasi 37%:

I_real = I_komitmen × 37% = Rp2.566,3 T × 37% ≈ Rp949,5 triliun
Inilah perkiraan manfaat yang lebih membumi.
Hasil CBA: ≈ 1.693 Kali Lipat
Sekarang bandingkan manfaat dengan biayanya:

CBR (Cost-Benefit Ratio) = Manfaat ÷ Biaya = Rp949,5 T ÷ Rp0,57 T ≈ 1.693×
Artinya, secara hitungan kasar ini, setiap Rp1 biaya kunjungan berpotensi menghasilkan komitmen investasi (yang terealisasi) sekitar Rp1.693. Di atas kertas, angka ini sangat menguntungkan.
Tapi Siapa Paling Efisien? SBY vs Jokowi vs Prabowo
CBA di atas memang positif, tapi belum tentu paling efisien. Mari bandingkan realisasi investasi (PMA) per kunjungan antar presiden:

| Presiden | Total PMA | Jumlah Kunjungan | Rata-rata per Kunjungan |
|---|---|---|---|
| SBY | ±US$173 M | 86 | ≈ US$2 miliar |
| Jokowi | ±US$364 M | 58 | ≈ US$6,2 miliar |
| Prabowo | ±US$56 M | 49 | ≈ US$1,1 miliar |
Dari sisi ini, justru Jokowi paling efisien (US$6,2 miliar per kunjungan), sementara Prabowo terendah (US$1,1 miliar). Namun perlu jadi catatan: masa jabatan Prabowo baru ~18 bulan, sehingga realisasi investasinya masih dalam proses dan banyak komitmen belum terwujud.
Jika penjelasan dari artikel diatas kurang mengerti YUKK tonton videonya disini