Pertamina Klaim 150 Juta Jam Tanpa Accident, Beneran Sejak Zaman Dinosaurus?

Sebuah klaim Pertamina viral di media sosial. Saat peresmian proyek RDMP Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026, Pertamina menyebut capaian 150 juta jam kerja tanpa kecelakaan atau zero accident di kilang terbesar Indonesia itu.

Angka fantastis ini langsung memancing komentar jenaka warganet, yang bercanda bahwa Pertamina seolah sudah beroperasi sejak zaman mammoth, bahkan sebelum masehi.

Lalu, apakah klaim zero accident Pertamina sebesar 150 juta jam itu masuk akal?

Klaim 150 Juta Jam Tanpa Accident di Hadapan Presiden Prabowo

Momen ini terjadi saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke proyek RDMP Balikpapan, kilang terbesar di Indonesia yang bernilai sekitar Rp123 triliun.

Di hadapan Presiden, Pertamina memaparkan salah satu capaian keselamatannya, yaitu lebih dari 150 juta jam kerja tanpa kecelakaan atau zero accident.

Klaim zero accident Pertamina ini langsung menyebar luas dan menjadi bahan perbincangan, terutama karena angkanya terdengar sangat besar dan sulit dibayangkan.

Baca Juga Listrik PLN Naik 3 Kali Lipat? Ternyata Bukan karena Tarif

Candaan Viral, Beroperasi Sejak Zaman Dinosaurus

Di kolom komentar, warganet ramai menanggapi dengan candaan. Ada yang menulis bahwa Pertamina seakan sudah beroperasi sejak mammoth masih berkeliaran, ada pula yang menyebut sebelum masehi sambil tertawa.

Muncul pula gambar hasil kecerdasan buatan yang menampilkan kilang dikelilingi kawanan mammoth dan dinosaurus.

Inti candaannya satu, yaitu apakah benar 150 juta jam tanpa accident, sampai sampai seolah pabrik ini beroperasi sejak zaman dinosaurus?

Apa Itu Zero Accident dan Rumus Jam Kerja Aman

Untuk menjawabnya, kita mulai dari definisi. Istilah zero accident sebenarnya diukur lewat Jam Kerja Aman atau JKA, sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 01 Tahun 2007. Rumusnya sederhana

JKA = N × H × J

dengan N jumlah tenaga kerja, H jumlah hari kerja, dan J jam kerja efektif per hari. Yang penting dipahami, JKA adalah jam kerja gabungan dari seluruh pekerja, bukan jam kerja satu orang.

Jika sampai terjadi kecelakaan yang fatal, hitungan ini akan direset kembali menjadi nol jam.

Menghitung Jumlah Hari Kerja Sejak Reset Agustus 2023

Anggap saja hitungan terakhir direset pada Agustus 2023, lalu kita hitung jumlah harinya sampai Desember 2025.

Untuk sisa tahun 2023, jumlah harinya adalah 31 + 30 + 31 + 30 + 31 = 153 hari. Tahun 2024 yang merupakan tahun kabisat berjumlah 366 hari, dan tahun 2025 berjumlah 365 hari. Totalnya

153 + 366 + 365 = 884 hari

Karena pekerjaan konstruksi umumnya libur pada akhir pekan, kita keluarkan hari Sabtu dan Minggu.

Selama sekitar 29 bulan, dengan asumsi tiap bulan ada 4 akhir pekan yang berisi 2 hari libur, jumlahnya kira kira 2 × 4 × 29 = 232 hari. Maka hari kerja efektifnya menjadi

884 dikurangi 232 = 652 hari

Baca Juga Penyebab Pertamax Naik Padahal Minyak Dunia Lagi Turun?

Jumlah Pekerja dan Jam Kerja Harian

Selanjutnya jumlah pekerja. Untuk proyek sebesar RDMP Balikpapan, rata rata tenaga kerja di lapangan bisa mencapai sekitar 29.000 orang.

Adapun jam kerjanya diasumsikan dari pukul 07.00 sampai 17.00 WIB, atau sekitar 10 jam per hari.

Angka ini bahkan belum menghitung lembur, sehingga hasil akhirnya nanti tergolong konservatif atau cenderung lebih rendah dari kenyataan.

Hasilnya, Hampir 190 Juta Jam Kerja Aman

Sekarang kita masukkan semua angka ke rumus jam kerja aman

JKA = N × H × J = 24.000 × 652 × 10 = 156.480.000 jam

Hasilnya sekitar 189 juta jam kerja aman. Angka ini bahkan melampaui 150 juta jam yang diklaim, padahal komponen lembur belum ikut dihitung.

Artinya, klaim zero accident Pertamina sebesar 150 juta jam di proyek RDMP Balikpapan sepenuhnya masuk akal secara matematis.

Menjawab Candaan Dinosaurus dengan Hitungan

Lalu kenapa candaan zaman dinosaurus terasa masuk akal bagi banyak orang? Karena mereka membayangkan 150 juta jam itu dikerjakan oleh satu orang saja. Jika benar satu orang bekerja 10 jam sehari sepanjang tahun, maka

150.000.000 ÷ (10 × 365) ≈ 41.000 tahun

Empat puluh satu ribu tahun memang setara zaman prasejarah, jauh sebelum masehi, sehingga candaan itu terdengar benar.

Namun kenyataannya jam kerja aman dihitung dari puluhan ribu pekerja sekaligus. Dengan 29.000 orang, 150 juta jam hanya butuh waktu sekitar 2,4 tahun, yaitu persis rentang Agustus 2023 sampai Desember 2025.

Jika penjelasan dari artikel di atas masih belum mengerti YUKK tonton videonya di sini

Similar Posts